Seorang anak kecil bertanya pada ibunya, “Di mana matahari tidur malam ini, Bu?”
“Di mana ya, matahari tidur malam-malam begini?” bisiknya pelan.
Semalam suntuk ia membingkai diri di tingkap kamar, hingga matahari yang diributkannya itu muncul.
“Kamu sudah bangun, Sayang,” sapanya.
“Jadi semalaman kamu tidak tidur?”
Ia terdiam. Kepalanya tertunduk karena rasa salah bercampur dengan kantuk yang tak tertahankan.
“Tidak, Sayang,” sahut ibunya. Lalu ibunya memeluknya dari belakang.
“Bolehkah ibu tahu, kenapa kamu bertanggang semalam?”
“Saya mau tahu perihal matahari itu.”
“ Percayalah, kalau kamu sudah besar kamu akan tahu semua itu”
“Kenapa harus menunggu besar dulu. Bagaimana jika saya tidak pernah besar?”