“Tapi aku akan menjadi pendamai dunia,” si Nduk bercita- cita.
“Tapi harus ada yang menghentikannya. Kita diciptakan sebagai makhluk mulia.”
“Siapa yang kau pikirkan, Nduk?” kakek balas bertanya.
”Ya umat manusia. Ya, demi kita semua.”
“Harus ada jalan. Manusia tidak boleh begini terus.”
“Lalu kau mau apa?” tanya Kakek disusul batuk-batuk. Huk huk huk…
Kakek mati aja kenapa sih. Egois, tapi ndak mati-mati.
“Kubunuh aja kau ya, Kek.” Si Nduk bergegas mengambil pisau.
”Lha. Kan kakek sendiri yang bilang tidak ada neraka dan tidak ada surga.”
Si Nduk tertunduk lesuh. Ah, atheis, beragama, beriman, bertuhan, sama saja.
Dibasuh tangannya yang penuh darah dan berharap dia tak berdosa kepada Tuhan.
mama dede terlalu panjang doanyaaaaaaaaa!!!!!!
knpa tuhan hrs dicari dikolong meja…………………………………….?????????????????