Aku Dan Sosok Itu


Cerpen Ratna (SMU 6)

Pagi itu kutemukan sosok tubuh renta. Terseok di hadapanku, menatapku seolah cerminan diriku. Meronta memohon aku menyambut tangannya.

Tidak, pikirku. Ia bau dan aku enggan mendekatinya.

Ia meronta lagi dengan suara yang lebih pilu.

Berkecamuk dalam hatiku, akankah aku menolongnya.

Lama aku berpikir. Dunia menghendaki aku mengabaikannya.

Apa yang harus aku lakukan, aku bingung. Sementara ia tetap meronta dengan suara lebih memilukan lagi.

“Diam!” teriakku lantang sambil aku menendangnya. Kupandangi ia lagi.

Sekarang ia diam. Tak bergerak. Aku lebih bingung dari sebelumnya. Rontanya tak terdengar lagi. Yang ada hanya bau busuk tubuhnya yang menguap terus menerus.

Sempat juga terpikir dalam pikirku, mungkin ia hanya pura-pura.

Kutendang ia lagi. Tidak ada reaksi bahkan tidak ada suara gerak sama sekali. Yang ada hanya suara jantungku.

Kutinggalkan saja ia sendiri Pikirku, ia sudah mati. Dan ia tak berguna apa-apa bagiku. Tak bermanfaat bagiku.

Ah… gelap.

Aku tak bisa melihat apa-apa. Sesaat kemudian terang. Kulihat sosok itu melambai bersama seorang malaikat di sisinya. Sedang aku, kepalaku mulai berasap

***

Tentang unhyecaem

sakit hati quw buach , . , !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
This entry was posted in Tak terkategori. Bookmark the permalink.

One Response to Aku Dan Sosok Itu

  1. juliantisp says:

    syapa kha itU………………………………………?????????????????????

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s